Kata Pak RT, warganya payah. Buang sampah sembarangan. Padahal kami sedang duduk bersama beliau di salah satu warung warganya yang terletak di ujung muara Sungai Tiram. Salah satu sungai di Cilincing yang memisahkan Jakarta dengan Jawa Barat. Muara ini jadi tempat yang seru. Pelabuhan kapal tongkang, cafe dangdut dengan pelacur dari pantai utara Jawa, orang-orang bugis nelayan pemberani pengumpul ikan asin, tuan tanah betawi yang bangga dengan Masjid historis Al-Alam dan Rumah Pitung hingga realita bahwa setiap tahun air pasang banjir naik makin tinggi saja di rumah-rumah penduduk sekitar muara.

Related Posts:

Post a comment