| 21 May 10

Pantai Marunda

Susah sekali membayangkan bahwa dulu ini pantai dimana anak-anak bermain dengan bebas gembira sambil memanjat dan menjaring udang di antara pepohonan bakau. Ombak makin hari makin ganas, kata pelaut lokal. Agar tidak makin erosi, pemerintah membangun dam. Bisa jadi sebagai sarana agar kapal-kapal lebih mudah berlabuh dan industri menjadi berdenyut kembali di desa kecil ini. Bagaikan lampu, desa berkembang selalu menarik warga-warga lain sekitarnya untuk ikut mencicipi ‘kebahagian pembangunan’. Salah satunya, mendirikan rumah-rumah makan dadakan dari bambu dan kayu seadanya. Menjual produk makanan laut. Entah apa rasanya, saya tidak berani mencobanya. Bisa jadi gara-gara sok tahu kalau perut saya yang juga sok sensitif ini sudah tidak bisa lagi dimasuki ikan dari laut yang berwarna hitam akibat oli yang dibuang sembarangan dari kapal maupun warung di muara dekat pantai ini.

Related Posts:

Post a comment